Strategi Adaptasi IBM: PHK Divisi Pemasaran dan Komunikasi demi Keunggulan Teknologi AI

CEO IBM, Arvind Krishna memaparkan bahwa hampir 8.000 pekerjaan akan digantikan oleh kecerdasan buatan mulai Agustus 2024. (Liputan6.com)

IBM kembali membuat gebrakan dengan rencananya untuk memangkas jumlah karyawan atau PHK di divisi pemasaran dan komunikasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang semakin mendominasi industri. Rencana ini diungkapkan oleh Kepala Petugas Komunikasi IBM, Jonathan Adashek, dalam pertemuan internal dengan staf divisi tersebut.

Meskipun rincian mengenai jumlah karyawan yang akan terkena dampak PHK belum dipublikasikan, CEO IBM, Arvind Krishna, sebelumnya telah mengindikasikan bahwa hampir 8.000 pekerjaan akan digantikan oleh kecerdasan buatan mulai Agustus 2024. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan keahlian AI karyawan.

IBM telah lama menunjukkan minatnya dalam mengembangkan keahlian di bidang AI. CFO IBM, James Kavanaugh, mengakui perlunya penyesuaian perusahaan terhadap tren teknologi, terutama setelah popularitas kecerdasan buatan semakin meningkat sejak dirilisnya ChatGPT oleh OpenAI pada akhir 2022.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keahlian AI, IBM mengumumkan WatsonX sebagai studio pengembangan pada Mei tahun lalu. WatsonX bertujuan untuk memberikan pelatihan, penyetelan, dan implementasi model pembelajaran mesin bagi perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen IBM untuk tetap menjadi pemimpin di era transformasi digital.

Tidak hanya IBM, sejumlah perusahaan teknologi lainnya juga telah melakukan pemotongan besar-besaran dalam jumlah karyawan. Sejak awal tahun ini, sekitar 204 perusahaan teknologi telah melakukan pemangkasan sebanyak hampir 50 ribu pekerja. Bulan Januari menjadi bulan tersibuk untuk pemutusan hubungan kerja sejak Maret, dengan Alphabet, Amazon, dan Unity juga mengumumkan rencana pemotongan karyawan.

Langkah IBM ini menjadi sorotan karena menunjukkan pergeseran besar-besaran dalam paradigma kerja di era digital. Dengan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan dan peningkatan keahlian AI karyawan, IBM berharap dapat terus bersaing dan mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri teknologi global.

Demikian informasi seputar kebijakan IBM untuk melakukan PHK di divisi pemasaran dan komunikasi miliknya. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Philippinestuffs.Com.