Kabar baik datang dari industri sawit nasional. Produksi sawit Indonesia pada 2025 dilaporkan meningkat menjadi sekitar 56 juta ton, terdiri atas 51 juta ton crude palm oil atau CPO dan sisanya palm kernel oil atau PKO.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menyebut kenaikan ini terutama didorong oleh program replanting perusahaan yang mulai masuk masa panen produktif. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026
Meski naik, produksi sawit Indonesia dinilai masih bisa tumbuh lebih tinggi. Hambatan utamanya justru berada pada kebun rakyat. Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR disebut berjalan stagnan karena banyak petani enggan menebang tanaman lama saat harga tandan buah segar atau TBS sedang menarik, sekitar Rp 3.000 per kilogram.
Kekhawatiran terbesar mereka sederhana, yakni soal pendapatan harian selama masa tunggu tanaman baru belum menghasilkan.
Produksi Sawit Indonesia dan Tantangan Peremajaan Kebun Rakyat
Menurut Eddy, masa tunggu sawit hasil tanam baru kini sekitar 2,5 tahun sebelum kembali produktif. Karena itu, dukungan penghidupan bagi petani menjadi penting. Selain pola tumpang sari, ia menilai perlu ada skema yang membuat petani tetap bisa bertahan selama proses replanting berlangsung. Tanpa jaminan tersebut, percepatan PSR akan sulit bergerak.
Kenaikan produksi sawit Indonesia juga dinilai strategis karena kebutuhan dalam negeri terus membesar, terutama untuk menopang program biodiesel.
GAPKI melaporkan upaya peningkatan produktivitas kini diarahkan pada introduksi serangga penyerbuk dan sumber daya genetik dari Afrika, termasuk Tanzania dan Zambia. Program itu disebut sudah siap dilepas setelah Lebaran atau sekitar April 2026.
Di saat yang sama, pasar ekspor sawit menghadapi tekanan baru. GAPKI mencatat biaya logistik dan asuransi melonjak sekitar 50 persen akibat konflik di Timur Tengah, yang mulai menekan permintaan baru dari sejumlah negara.
Kondisi itu membuat penguatan produksi di dalam negeri menjadi semakin penting bagi stabilitas industri sawit nasional.
Kenaikan produksi sawit Indonesia ke level 56 juta ton menunjukkan industri ini masih kuat. Namun tanpa percepatan PSR dan perlindungan pendapatan petani, ruang pertumbuhan sawit nasional akan tetap terbatas. Aktivitas industri sawit nasional saat GAPKI melaporkan produksi sawit di Indonesia naik menjadi 56 juta ton pada 2025.
Demikian informasi seputar produksi sawit Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Philippinestuffs.Com.