Badai PHK di Alibaba Group Holding: Unit Cloud Bersiap-siap untuk IPO dan Perampingan

Dikabarkan bahwa Unit cloud Alibaba Group Holding telah mulai menawarkan paket pesangon kepada karyawannya. (i. brecorder.com)

Alibaba Group Holding, perusahaan teknologi terkemuka, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada unit cloud-nya yang berencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Menurut laporan Reuters, Alibaba akan melakukan perampingan karyawan pada unit cloud tersebut, dengan perkiraan jumlah PHK mencapai 7% dari total pekerja di unit tersebut.

Unit cloud Alibaba Group Holding juga dikabarkan telah mulai menawarkan paket pesangon kepada karyawannya. Hingga saat ini, Alibaba sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai kabar PHK ini.

Namun yang pasti, bulan ini, Alibaba sedang dalam proses menyusun pendaftaran dan rencana penggalangan dana untuk empat unit bisnisnya. Sebagai bagian dari rencana tersebut, layanan cloud Alibaba yang dianggap sebagai salah satu yang terbesar di China juga direncanakan untuk didaftarkan di bursa saham pada tahun depan.

Perkembangan ini merupakan bagian dari pengumuman awal Alibaba pada awal tahun ini mengenai rencana restrukturisasi menjadi enam unit.

Divisi cloud Alibaba Group Holding melaporkan pendapatan sebesar US$2,69 miliar pada kuartal terakhir, mengalami penurunan 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kabar mengenai PHK ini menunjukkan bahwa Alibaba tengah menghadapi tantangan dalam divisi cloud-nya, yang telah menjadi salah satu pilar pendapatan utama perusahaan. Alibaba perlu melakukan penyesuaian dan restrukturisasi untuk mempertahankan kompetitivitasnya di pasar yang semakin kompetitif.

Sebagai salah satu pemain terkemuka di industri teknologi, langkah-langkah yang diambil oleh Alibaba Group Holding dalam menghadapi perubahan pasar dan mengoptimalkan bisnisnya akan tetap menjadi sorotan dalam industri ini. Dengan melakukan IPO pada unit cloud-nya, Alibaba berharap dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut dalam layanan cloud mereka.