Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan dengan tegas membantah tuduhan yang sering menyebutnya sebagai pemilik saham PT Toba Pulp Lestari (TPL). Luhut yang merasa jengkel dengan tuduhan tersebut menyampaikan klarifikasi melalui unggahan di Instagram pada Selasa (13/1).
“Saya tidak punya saham di Morowali yang dituduh-tuduh oleh yang tidak jelas-jelas itu,” ujar Luhut dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya @luhut.pandjaitan.
Luhut menantang pihak yang mengeluarkan tuduhan untuk menunjukkan bukti konkret jika ia memang memiliki saham di TPL.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) ini juga menekankan bahwa selama menjabat sebagai pejabat negara, ia tidak tertarik untuk memiliki saham-saham di perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel, termasuk Toba Pulp Lestari.
“Saya tidak mau!” tegasnya.
Luhut Jengkel Dituduh Jadi Pemilik Saham Toba Pulp Lestari
Luhut juga menyoroti pentingnya demokrasi yang sehat, yang menurutnya harus didasarkan pada data dan bukan asumsi belaka. Ia menegaskan bahwa transparansi dan keadilan adalah hal yang perlu dijaga agar ruang publik tidak dipenuhi dengan prasangka.
“Kritik harus berdiri di atas data, bukan asumsi,” tambah Luhut.
Tuduhan terhadap Luhut ini muncul di tengah kontroversi terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh TPL, yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan banjir besar di Sumatra yang menelan lebih dari 600 korban pada akhir tahun lalu.
Selain itu, Luhut juga menyinggung sejarah panjang PT Toba Pulp Lestari, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama (Indorayon).
Luhut Binsar Pandjaitan dengan tegas membantah tuduhan yang menyebutnya sebagai pemilik saham di PT Toba Pulp Lestari (TPL). Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan dalam ruang publik harus didasarkan pada data yang jelas dan bukan asumsi, serta pentingnya menjaga transparansi dan keadilan dalam demokrasi.
Demikian informasi seputar klarifikasi Luhut Binsar atas kepemilikan Toba Pulp Lestari maupun sahamnya. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Philippinestuffs.Com.